Rabu, 17 Desember 2014



Tuhan tau betul berbuku rapalan do'a manusia,
ia terbait rapi pada secarik pengaduan,
dimana ikhlas dan sabar yang melapang akan dengan rajin diujikan dalam peristiwa,
pula dengan kufur yang khusyuk memelihara nikmat.
Segalanya akan dipasangkan pada nilai yang menentukan dimana pembalasan rapi ditangkupkan untuk masing-masing perbuatan.

Selasa, 16 Desember 2014





Rindu malam-malam keluarga kami yang bermukim pada beberapa cangkir teh dan setampah pembicaraan,
kegiatan kami sehari-hari hanya menampung sisa-sisa pelangi yang sudah tak diperlukan lagi oleh hujan yang lalu kami banjarkan di dalam sudut pintu-pintu mata kami yang hampir penuh dengan do'a berkitab-kitab,
aku hanya berguru dari sepasang kekasih paruh baya yang dalam dada mereka tumbuh lumbung-lumbung perhatian yang siap dituai tanpa menunggu musim panen tiba,
mereka hanya rajin menanam benih seperti yang lain lalu berharap Tuhan yang menumbuhkan tanpa lekas basi ditelan musim.

Jumat, 05 Desember 2014



Sejak kecil saya selalu kepengin sepatu yang menyala kelap-kelip di tumit yang membuat jari-jari kaki manja menjinjit,
saya selalu kepengin lagi menjadi anak-anak yang selalu cerdas membunuh perasaan bosan hanya dengan menyibukkan diri dengan hujan atau pura-pura merengek minta semangkuk bubur kacang.
Kata mak saya nanti kamu pasti punya yang kelap-kelip itu, dengan tumit kami yang jinjit bersamaan.

Kamis, 27 November 2014

Ibu


"Engkau masih terus sibuk merapikan kamar kami, tapi tidak dengan senyum yang berserakan sampai ke kolong-kolong.
Bu, barangkali untukmu aku sedang menggambar lengkung bibir pada selembar kerinduan"

Pagimu yang perindu


"Bahkan pagi hanya membubuhkan setulis perumpamaan, dalam hatimu yang selagi bara karena keadaan dan matamu yang cembung dilukis para perindu puisi.
Ia masih enggan menitahmu seperti teh dan air yang luruh marut memandikan cekung cawan.
Engkau masih saja sibuk memetik pelangi yang menyemai pada hujan.
Dengannya engkau nyalakan selembar perapian puisimu, yang terus saja kau sulut pada semerah pipi dan prosa air terjun yang menggambar jelas pada cembung pelatarannya"


Cikarang, 28-11-2014

Senin, 24 November 2014

Kumpulan hadits Rasulullah Muhammad SAW

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“Apabila salah seorang di antara kamu
melihat kepada orang yang berada di
atasnya dalam hal harta dan fisik, maka
hendaknya ia melihat kepada orang yang
berada di bawahnya di antara mereka yang
diberikan kelebihan.” (HR. Muslim)




Dalam riwayat dari
Ibnu Umar, bahwa seorang lelaki
mendatangi Nabi saw dan
berkata,”Wahai Rasulullah, siapakah
orang yang paling diicintai Allah dan
amal apakah yang paling dicintai
Allah Swt?”
Rasulullah Saw menjawab,” Orang
yang paling dicintai Allah adalah
orang yang paling bermanfaat buat
manusia dan amal yang paling
dicintai Allah adalah kebahagiaan
yang engkau masukkan kedalam diri
seorang muslim atau engkau
menghilangkan suatu kesulitan atau
engkau melunasi utang atau
menghilangkan kelaparan."(Hadits riwayat Thabrani)



Rasulullah salallahu’alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang bangun dipagi hari dan hanya
dunia yang dipikirkannya, sehingga seolah-olah
ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya
(berdzikir) maka Allah subhanahu wata’ala akan
menanamkan empat penyakit. Kebingungan yang
tiada putus-putusya, kesibukan yang tidak
pernah ada ujungnya, kebutuhan yang tidak
pernah terpenuhi, khayalan yang tidak
berujung.” (HR. Muslim)


Hujan lagi

"Hujan hanya seperti puisi yang tenang,
yang mengingatkan tentang letih kemarau,
bukan hujan yang sengaja menyetubuhi sebahagian cembung pipi,
ia hanya luruh sebentar lalu hilang bersama putaran tembang duka,
biarlah ia memandaikanmu pada lusa tentang senyum yang perlahan runtut,
pada girang hati yang bersama membuncah lewat rayuannya pada dedaunan"

Cikarang, 14-11-2014